Keserakahan



Manusia, kikir dan tamak,
Merangkul harta, menggenggam emas,
Tak puas dengan segenggam,
Ingin dunia dalam genggaman.

Keringat dihisap, darah dikucur,
Mengalir deras demi hasrat lapar,
Tak peduli jiwa yang merintih,
Asal kantong penuh, hati pun gembira.

Langit yang biru tak lagi dilirik,
Hijau yang subur ditukar abu kelabu,
Manusia berjalan di atas bumi kering,
Memungut remah yang tersisa dari gemuruh.

Namun, oh manusia,
Sampai kapan kau akan terus menelan?
Apakah perutmu sedalam lautan?
Atau hatimu sekeras batu cadas?

Dengarkan tangis di balik gelap,
Rintih alam yang kau rusak,
Kesejukan yang kau curi,
Untuk apa? Untuk apa semua ini?

Pada akhirnya,
Kau akan sendiri dalam dingin,
Di atas tumpukan kekayaan,
Yang tak lagi bisa menghangatkan.

Tinggalkan Komentar