Banyaknya Koalisi dalam Pemilu, Apakah Menjamin Kekuatan di Kursi Kekuasaan?

Ilustrasi: Perebutan Ediologi Poltik



OPINI- Pemilihan umum selalu menjadi momen yang penuh dinamika politik, khususnya di Indonesia. Setiap periode pemilu, kita menyaksikan fenomena yang menarik: terbentuknya banyak koalisi. Koalisi-koalisi ini seringkali dibentuk untuk memperkuat posisi politik dan mengamankan kemenangan. Namun, apakah banyaknya koalisi ini benar-benar memastikan kekuatan di kursi kekuasaan?

Secara teoritis, pembentukan koalisi adalah strategi untuk mengumpulkan dukungan lebih luas dari berbagai partai politik. Partai-partai yang bergabung dalam koalisi biasanya berharap bahwa kekuatan gabungan mereka akan mampu memenangkan pemilu dan mengamankan posisi pemerintahan. Namun, pada kenyataannya, banyaknya koalisi tidak selalu menjamin keberhasilan tersebut.

Salah satu tantangan utama dari koalisi yang luas adalah masalah integritas dan keselarasan visi. Dalam koalisi yang terdiri dari berbagai partai dengan latar belakang ideologi yang berbeda, seringkali terjadi perbedaan pendapat dan prioritas. Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas pengambilan keputusan dan stabilitas pemerintahan. Bahkan, tidak jarang koalisi besar ini justru mengalami perpecahan di tengah jalan, terutama ketika kepentingan partai-partai anggota tidak lagi sejalan.

Selain itu, koalisi yang terlalu besar juga bisa menimbulkan masalah dalam hal pembagian kekuasaan. Setiap partai dalam koalisi tentu menginginkan bagian yang signifikan dalam pemerintahan, baik dalam bentuk jabatan menteri maupun kebijakan-kebijakan strategis. Namun, jika pembagian kekuasaan tidak dilakukan dengan adil, hal ini dapat memicu ketegangan internal yang berujung pada disintegrasi koalisi.

Dalam sejarah politik Indonesia, kita dapat melihat contoh-contoh di mana koalisi besar tidak selalu berakhir dengan pemerintahan yang kuat dan stabil. Sebaliknya, ada beberapa kasus di mana pemerintahan justru lebih efektif ketika dipimpin oleh koalisi yang lebih kecil tetapi solid, dengan visi yang lebih jelas dan kesatuan tujuan yang kuat.

Oleh karena itu, penting bagi partai-partai politik untuk tidak hanya fokus pada jumlah koalisi, tetapi juga pada kualitas koalisi tersebut. Alih-alih membentuk koalisi besar yang rentan terhadap perpecahan, lebih baik membangun koalisi yang kuat dengan dasar visi dan misi yang sejalan. Hal ini tidak hanya akan memperkuat posisi di kursi kekuasaan, tetapi juga memastikan stabilitas dan efektivitas pemerintahan yang dihasilkan.

Pada akhirnya, pemilu bukan hanya soal memenangkan suara terbanyak, tetapi juga soal membentuk pemerintahan yang mampu menjalankan amanah rakyat dengan baik. Koalisi yang kuat dan solid, meskipun tidak besar, dapat menjadi kunci keberhasilan dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan di pemerintahan.




Mesuji, 27 Agustus 2024

Cheudin
Jurnalis Nasional Indonesia

Tinggalkan Komentar