Terlilit dan Terjebak

CERPEN- Budi, seorang pria yang kehidupannya mulai goyah akibat terlilit hutang, sedang merencanakan langkah yang menurutnya akan menyelamatkan hidupnya. Ia merasa tertindas dan marah karena fotonya disebarkan di media sosial oleh seseorang yang mengenalnya. Foto itu dipakai sebagai bahan promosi pinjaman online, padahal ia merasa tidak pernah memberi izin.

Dengan perasaan marah yang membara, Budi langsung melaporkan orang tersebut ke pihak berwajib. Dia berpikir, dengan melaporkannya, dia akan mendapatkan keadilan dan mungkin sedikit uang kompensasi untuk menutupi hutang-hutangnya yang kian menumpuk.

Namun, Budi lupa akan satu hal. Dia sendiri masih belum menyelesaikan masalah yang lebih besar: hutang-hutangnya. Selama ini, dia meminjam uang dari koperasi menggunakan nama temannya tanpa sepengetahuan mereka. Setelah mendapatkan uang, ia justru menghilang tanpa jejak, meninggalkan kewajiban bayar yang belum diselesaikan. Uang yang dipinjam tak pernah kembali, dan namanya tercemar sebagai seorang pengutang yang lari dari tanggung jawab.

Orang yang disebarkan fotonya ternyata bukanlah pelaku penipuan, melainkan orang yang dipinjam namanya oleh Budi untuk keperluan pinjaman tersebut. Kini, Budi malah menghadapi masalah yang lebih rumit. Alih-alih mendapatkan uang, laporannya berbalik menyerangnya. Hutang tetap menumpuk, ditambah dengan tuntutan hukum yang siap menggerusnya lebih dalam.

Di tengah kebingungan dan keputusasaan, Budi akhirnya sadar, bahwa kebodohannya dalam menutupi masalah hanya memperburuk keadaan. Langkah gegabahnya tak hanya memperparah posisinya, tetapi juga merusak hubungan baik dengan teman dan keluarganya.

Cerita ini mencerminkan bagaimana orang bisa menjadi “dungu” ketika bertindak tanpa berpikir panjang, terutama saat menghadapi tekanan finansial yang berat.

Cerita ini diambil dari kisah nyata seorang Buruh Tani 01 September 2024

Tinggalkan Komentar