
OPINI- Ungkapan “semua tai kucing bukan cokelat” sering digunakan sebagai sindiran tajam terhadap janji-janji yang terlihat indah namun jauh dari kenyataan. Kalimat ini mencerminkan ketidakpercayaan terhadap mereka yang gemar berjanji tetapi seringkali gagal dalam realisasinya.
Di tengah situasi sosial dan politik saat ini, banyak pihak, mulai dari politisi hingga figur publik, memberikan janji-janji manis kepada masyarakat. Janji-janji tersebut tampak meyakinkan dan menawarkan harapan besar. Namun, sayangnya, tidak sedikit dari janji tersebut yang hanya berakhir sebagai angan-angan, tanpa ada upaya nyata untuk mewujudkannya.
Ungkapan ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam menilai janji-janji yang diberikan, terutama yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan. Selain itu, hal ini juga menjadi refleksi tentang pentingnya kejujuran dan integritas dalam berkomunikasi, baik dalam lingkup pribadi maupun publik.
Masyarakat Butuh Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Janji
Saat janji tidak terealisasi, yang tersisa hanyalah rasa kekecewaan dan hilangnya kepercayaan. Oleh karena itu, penting bagi mereka yang memiliki tanggung jawab publik untuk memastikan bahwa setiap janji yang diucapkan bukan sekadar retorika, tetapi didukung oleh tindakan nyata.
Mesuji, Dibalik Bilik Suara, 15 September 2024
Cheudin
Putra 1998