
PENDIDIKAN- 28 Oktober menjadi tonggak penting bagi bangsa Indonesia dengan lahirnya Sumpah Pemuda, sebuah momentum yang meneguhkan ikatan persatuan, kesetiaan pada bahasa Indonesia, dan semangat kebangsaan. Mengingatkan pada pandangan sosiolog James Petras yang menyatakan bahwa “solidaritas adalah pembagian risiko secara bersama,” refleksi ini memunculkan pertanyaan mendasar: di tengah berbagai tantangan moral dan etika yang dihadapi generasi muda saat ini, sudahkah pemuda Indonesia memberikan makna yang substansial pada hari bersejarah ini?
Solidaritas pemuda pada era perjuangan dahulu terbukti mampu menumbuhkan kekuatan kolektif, mengalahkan ketakutan dan meruntuhkan sekat-sekat yang membatasi kesatuan bangsa. Saat ini, di tengah era digital yang serba cepat, solidaritas tampak rentan oleh derasnya individualisme, sikap permisif, dan kemerosotan etika. Generasi muda yang diharapkan menjadi agen perubahan justru dihadapkan pada krisis nilai yang tak jarang membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah peringatan Sumpah Pemuda masih relevan dalam upaya pembentukan karakter bangsa?
Berdasarkan fakta di lapangan, kita menyaksikan fenomena pergaulan bebas, rendahnya kepedulian sosial, dan kecenderungan mengejar popularitas di media sosial yang sering kali mengabaikan aspek moral dan etika. Peringatan Sumpah Pemuda menjadi sekadar seremoni yang kurang menyentuh akar masalah yang tengah dihadapi generasi ini. Meski demikian, ada secercah harapan pada segelintir pemuda yang berjuang memaknai solidaritas di tengah era yang serba instan ini—mereka yang bergerak dalam bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan dengan semangat untuk berbagi risiko demi kepentingan bersama.
Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menumbuhkan kembali solidaritas yang tak sekadar menjadi jargon di balik momen bersejarah ini. Pemuda Indonesia perlu menyadari bahwa solidaritas bukanlah retorika, melainkan aksi nyata yang berdampak. Bangkitnya kepedulian dan kesadaran kolektif di kalangan pemuda-pemudi adalah kunci untuk membangun kembali bangsa yang berakar pada moralitas dan nilai-nilai etika yang luhur.
Peringatan Sumpah Pemuda diharapkan bukan hanya menjadi peringatan seremonial, melainkan pemicu kebangkitan solidaritas generasi muda yang berorientasi pada pembagian risiko demi kebaikan bersama.
Mesuji, 28 oktober 2024
Cheudin
Aktivis Buruh