Kampanye Boleh, Banjir Janji Jangan

Skema Pilkada Mesuji 2024

MESUJI- Menjelang hari pemilihan kepala daerah di Mesuji, berbagai janji kampanye mulai berseliweran di masyarakat. Empat pasangan calon bupati dan wakil bupati berlomba-lomba menyampaikan program unggulan mereka demi menarik simpati publik. Namun, publik juga semakin kritis dalam menyaring janji-janji yang ditawarkan, berharap agar janji kampanye tidak hanya mengalir deras seperti banjir namun juga nyata terlaksana. Jumat [01/11/24]

Dalam berbagai kampanye yang digelar, janji-janji seperti peningkatan layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur memang kerap menjadi topik utama. Meski begitu, masyarakat di Mesuji menilai bahwa janji tersebut sebaiknya didasarkan pada rencana yang jelas dan realistis, bukan sekadar rayuan yang tak terwujud di kemudian hari.

“Kalau kampanye, silakan saja. Tapi jangan sampai janji-janji hanya terdengar manis saat kampanye, tapi hilang begitu terpilih. Masyarakat butuh kepastian dan realisasi nyata,” ungkap salah satu warga di Kecamatan Simpang Pematang.

Selain itu, para calon diminta lebih transparan dalam menyampaikan rencana implementasi dan sumber pendanaan dari program-program yang dijanjikan. Beberapa kandidat yang sudah memiliki pengalaman di bidang pemerintahan didorong untuk memaparkan rekam jejak mereka sebagai bukti konkret. Masyarakat berharap, siapapun yang terpilih dapat memenuhi harapan untuk memajukan Mesuji tanpa mengabaikan janji yang sudah diucapkan saat kampanye.

Sebagai catatan, Pilkada Mesuji 2024 akan menjadi ajang pembuktian apakah janji kampanye bisa diwujudkan. Hingga hari pemungutan suara, warga akan terus mengamati dan menilai ketulusan serta keseriusan para kandidat dalam membangun Mesuji.

Kampanye boleh, tapi jangan banjir janji yang hanya menjadi mimpi. [Red INone]

Tinggalkan Komentar