Kekurangan Kotak dan Surat Suara di Gudang Logistik Mesuji, Warga Khawatirkan Intrik Kecurangan

Sketsa Gambar

MESUJI– Penemuan kekurangan kotak dan surat suara di gudang logistik Mesuji oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung menuai reaksi beragam dari masyarakat. Kekhawatiran terhadap potensi intrik kecurangan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mesuji semakin menguat seiring mencuatnya kabar ini. Jumat[22/11/24]


Dalam pemberitaan sebelumnya, Bawaslu mengungkapkan adanya kekurangan kotak dan surat suara di gudang logistik yang telah diawasi selama beberapa waktu. Meski demikian, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah penanganan atas temuan tersebut.

“Ini masalah serius. Kekurangan kotak dan surat suara bisa berdampak langsung pada kredibilitas Pilkada. Jangan sampai ada yang mencoba mengambil celah untuk melakukan kecurangan,” ujar Roni (35), salah satu warga Desa Simpang Pematang.

Kekhawatiran senada disampaikan oleh Siti (40), warga Brabasan, yang merasa bahwa temuan ini bisa mencoreng demokrasi di Mesuji. “Kami hanya ingin Pilkada berjalan jujur dan adil. Jangan sampai kekurangan logistik menjadi alasan terjadinya kecurangan atau manipulasi suara,” ungkapnya.

Bawaslu sendiri berjanji akan terus memantau dan mengawal proses distribusi logistik pemilu guna memastikan tidak ada hambatan atau kejanggalan yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi. Ketua Bawaslu Mesuji, dalam keterangannya, mengimbau semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

“Kami telah merekomendasikan langkah-langkah perbaikan kepada pihak penyelenggara pemilu. Selain itu, pengawasan di gudang logistik akan diperketat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Namun, masyarakat berharap transparansi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengatasi persoalan ini. Pasalnya, jika tidak segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, isu ini berpotensi menjadi pemantik ketidakpercayaan publik terhadap hasil Pilkada.

“Transparansi adalah kunci. Jika ada yang kurang, segera dijelaskan kepada publik. Jangan sampai masyarakat menduga-duga adanya permainan di belakang layar,” kata Firdaus, seorang tokoh pemuda di Mesuji.

Mendekati hari pemungutan suara, situasi ini menjadi ujian besar bagi integritas penyelenggara pemilu. Publik menantikan solusi cepat dan tegas agar hak pilih mereka tetap terjaga tanpa ada gangguan yang merugikan proses demokrasi. [Red]

Tinggalkan Komentar