Pandangan Masyarakat Terkait Kecaman Apri Susanto terhadap Komite SMA 1 Way Serdang

Sketsa Gambar

MESUJI, WAY SERDANG – Pernyataan tegas yang disampaikan oleh Apri Susanto, SH, terkait dugaan praktik yang tidak transparan dalam pengelolaan dana oleh Komite SMA 1 Way Serdang memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat. Dalam keterangannya yang dipublikasikan melalui sebuah media lokal, Apri mengecam keras dugaan adanya pelanggaran prinsip akuntabilitas yang dilakukan oleh pihak komite sekolah tersebut. Selasa [26/11/24]

Sejumlah masyarakat menyambut baik langkah Apri Susanto yang dinilai berani mengangkat isu ini ke ruang publik. “Kami sebagai orang tua murid tentu mendukung adanya transparansi dalam penggunaan dana. Kalau benar ada pelanggaran, maka harus diusut tuntas,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Pandangan serupa diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat Way Serdang yang menilai pengelolaan dana pendidikan harus bebas dari praktik manipulasi. “Komite sekolah semestinya menjadi mitra yang baik untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan malah menimbulkan kecurigaan. Ini perlu diselesaikan dengan bijaksana demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Namun, tidak sedikit pula yang berharap agar tuduhan ini diinvestigasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman. “Kami perlu mendengar klarifikasi dari pihak sekolah dan komite. Jangan sampai masalah ini hanya menjadi ajang saling tuduh tanpa bukti yang jelas,” ujar salah satu warga.

Sementara itu, beberapa siswa turut menyuarakan harapan mereka agar polemik ini tidak mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah. “Kami ingin fokus belajar tanpa harus mendengar kabar-kabar seperti ini. Semoga cepat selesai dan tidak berlarut-larut,” kata salah seorang siswa.

Apri Susanto sendiri mendesak pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Inspektorat, untuk segera turun tangan menyelidiki masalah ini. “Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang dirugikan, baik itu orang tua murid maupun siswa. Jika terbukti ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas,” tegas Apri dalam pernyataannya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pendidikan di tingkat lokal. Masyarakat berharap penyelesaian masalah ini dilakukan secara transparan dan profesional agar tidak mencederai semangat gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan. [007]

Tinggalkan Komentar