“Jurnalis Menulis: Sebuah Seruan untuk Berpihak pada Kebenaran”

Sketsa Seorang Jurnalis Sedang Menulis


PENDIDIKAN– Menulis adalah kekuatan, dan setiap orang mampu melakukannya jika mau belajar dan bersungguh-sungguh. Begitulah inti dari sebuah refleksi yang mengajak kita semua, khususnya para jurnalis, untuk memahami bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata-kata, tetapi juga sebuah tindakan nyata yang membawa keberpihakan.

Menulis, menurut pandangan ini, adalah tentang keberanian menuangkan isi pikiran dan bahasa hati. Siapa pun bisa menulis, kecuali mereka yang enggan mencoba. Namun, lebih dari itu, menulis bukan hanya persoalan teknik atau keterampilan. Menulis adalah pilihan. Pilihan untuk berpihak.

Berpihak pada Kebenaran, Melawan Netralitas Palsu

Dalam dunia jurnalistik, sering terdengar seruan tentang pentingnya independensi dan netralitas. Namun, apakah benar seorang jurnalis bisa netral di tengah hiruk-pikuk ketidakadilan dan kesenjangan sosial? Menulis netral tanpa keberpihakan justru sering menjadi tameng untuk menyembunyikan kebenaran. Netralitas palsu itu, dalam banyak kasus, memberikan ruang bagi penindasan untuk terus berkuasa.

Maka, melalui ungkapan ini, ada seruan kuat untuk mendobrak narasi klasik tersebut. Netralitas dan independensi tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari keberanian menyuarakan kebenaran. Menulis, terutama bagi seorang jurnalis, adalah tindakan berpihak—berpihak pada keadilan, demokrasi, perdamaian, dan pembebasan.

Ayo Menulis, Ayo Berpihak!

Seruan ini mengajak para jurnalis dan semua orang yang memiliki kemampuan menulis untuk mengambil sikap. Tulislah apa saja, tetapi pastikan tulisan itu memiliki keberpihakan yang jelas. Berpihak pada kebenaran daripada kebohongan, keadilan daripada ketidakadilan, perdamaian daripada perang, dan pembebasan daripada penindasan.

Menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan misi. Dengan setiap kata yang ditulis, seorang jurnalis tidak hanya merekam kenyataan tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan untuk menghadirkan dunia yang lebih baik. Inilah saatnya meninggalkan tinta-tinta kosong tanpa makna, dan mulai menulis dengan keberanian serta keyakinan.

Ayo, menulis untuk berpihak!




Mesuji, 03 November 2024

Udin Komarudin
Ketua DPD. Jurnalis Nasional Indonesia

Tinggalkan Komentar