
OPINI-Politik adalah seni dan strategi, bukan permainan asal jadi. Dalam politik, setiap langkah yang diambil memiliki konsekuensi besar, baik bagi pelaku politik maupun masyarakat luas. Sayangnya, sering kali kita menyaksikan keputusan-keputusan yang terkesan terburu-buru, tanpa pemikiran matang, hanya demi mengejar kepentingan sesaat. Padahal, politik itu kejam. Jika tak berhati-hati, ibarat makan daging mentah, apa pun disikat tanpa peduli dampaknya.
Kekejaman politik sering kali muncul dari ambisi buta, kurangnya etika, dan pengabaian terhadap moralitas. Kita menyaksikan bagaimana serangan terhadap lawan, manipulasi informasi, bahkan pengorbanan kepentingan rakyat sering terjadi demi mengejar kekuasaan. Dalam situasi seperti ini, politik kehilangan esensinya sebagai alat membangun dan berubah menjadi arena survival of the fittest-siapa yang kuat dan licik, dialah yang menang.
Namun, apakah ini wajah politik yang kita inginkan? Politik sejatinya bukanlah medan perang atau ajang balas dendam, melainkan ruang untuk menciptakan perubahan yang bermakna. Maka dari itu, setiap keputusan politik harus dipikirkan dengan matang. Visi, data, dan analisis yang tajam adalah kunci untuk menghasilkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
Politik tanpa pemikiran matang hanya akan melahirkan kebijakan yang setengah jadi, menyisakan luka mendalam bagi masyarakat. Untuk itu, para pelaku politik perlu kembali kepada hakikatnya: melayani, bukan menghancurkan. Mereka harus belajar mengambil keputusan dengan hati-hati, mengutamakan keadilan, dan memprioritaskan rakyat di atas segalanya.
Mari kita dorong praktik politik yang lebih bertanggung jawab, yang tak asal jadi, dan penuh perhitungan matang. Sebab, hanya dengan itu, kita dapat mengubah wajah politik yang kejam menjadi politik yang bermakna.
Mesuji, 13 Desember 2024
Udin Komarudin
Penggiat Pemilu [Bid_ strategi]