Politik Tak Perlu Vulgar, Tapi Harus Tetap Segar

Ketua DPD. Jurnalis Nasional Indonesia

OPINI– Dalam hiruk-pikuk perpolitikan yang semakin panas, penting untuk diingat bahwa politik bukanlah ajang saling menjatuhkan atau menabur kontroversi. Politik tak perlu vulgar. Yang dibutuhkan bukanlah sensasi tanpa substansi, melainkan gagasan yang segar dan mampu membawa perubahan nyata.


Sayangnya, di era media sosial yang serba cepat, kita sering disuguhi drama politik yang lebih banyak mempertontonkan sisi buruk: ujaran kebencian, saling sindir, hingga serangan pribadi. Publik pun jengah, apatis, bahkan muak. Padahal, politik adalah alat penting untuk membangun bangsa, bukan panggung sandiwara atau ajang mencari popularitas.

Politik yang sehat adalah politik yang segar. Segar dalam arti menyegarkan harapan masyarakat dengan ide-ide baru, solusi nyata, dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Politisi yang segar adalah mereka yang mampu menyampaikan pesan dengan santun, merangkul semua pihak, dan menghadirkan suasana optimisme di tengah tantangan.

Memenangkan hati rakyat tidak perlu dengan cara vulgar. Menang dengan gagasan, integritas, dan kerja nyata adalah bentuk kemenangan sejati. Sudah saatnya para pelaku politik menciptakan narasi yang membawa perubahan positif, bukan sekadar memupuk konflik demi panggung sesaat.

Kita semua berhak mendapatkan politik yang beretika, kreatif, dan inovatif. Politik yang tak perlu vulgar, tapi tetap segar untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Jadi, mari kita bersama mendorong politik yang membangun, bukan meruntuhkan. Menang dengan cara terhormat, demi masa depan yang gemilang.





Mesuji, kampus IAI_13 Desember 2024

Udin Komarudin
Ketua DPD. Jurnalis Nasional Indonesia

Tinggalkan Komentar