Hadiah Terindah di Usia Ayah

Cahaya Wulandari

Hari ini usiaku bertambah,
Namun yang paling terasa—bukan rambut yang memutih,
bukan langkah yang mulai lamban,
tapi betapa kau telah tumbuh… jadi perempuan sejati,
yang dulu kugendong, kini berjalan sejajar.

Ingatkah kau, Nak,
suatu masa tangan mungilmu menggenggam jari kasarku,
matamu penuh tanya, hatimu penuh dunia?
Kini kau menjelma bijak,
lebih kuat dari yang pernah Ayah bayangkan.

Di hari ulang tahun ini,
aku tak minta kado apa pun,
karena kau, Nak, adalah hadiah hidup paling sempurna.
Tawa dan cita-citamu—itulah pelita jiwaku.

Teruslah melangkah, meski jauh dari pangkuan,
doa Ayah akan selalu lebih cepat dari angin,
menyusup ke relung hidupmu,
menjadi pelindung saat malam terasa panjang.

Hari ini Ayah bertambah usia,
tapi juga bertambah syukur…
karena kau, anakku, tumbuh bukan sekadar besar—
kau tumbuh dengan cinta.


[Cheudin: Ayah yang Menua 10 Mei 2025]

Tinggalkan Komentar