Tantangan dan Harapan di Tengah Penolakan Perpanjangan HGU PT PAL di Mesuji, Lampung

Ratusan Warga Rapat Tolak Perpanjangan HGU


HUKUM– Mesuji, Lampung, kembali menjadi sorotan publik setelah delapan desa di wilayah ini dengan tegas menolak perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Panca Agra Lestari (PAL). Sikap masyarakat ini mencerminkan kegerahan yang telah berlangsung lama dan menjadi momentum penting bagi suara lokal untuk didengar dalam pengelolaan sumber daya alam.

Penolakan ini bukan hanya perwujudan dari ketidakpuasan masyarakat terkait manfaat langsung yang mereka rasakan, tetapi juga cerminan dari aspirasi akan pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan mengedepankan kepentingan lokal. Banyak di antara mereka yang merasa bahwa kehadiran perusahaan belum sepenuhnya memberi dampak positif yang signifikan, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Dalam konteks ini, pemerintah dan PT PAL memiliki peran krusial untuk melakukan introspeksi. Bagaimana bisa sebuah hubungan yang seharusnya saling menguntungkan berubah menjadi penolakan terbuka? Dialog terbuka dan inklusif diperlukan untuk mencapai titik temu antara kepentingan korporasi dan kebutuhan masyarakat lokal. Transparansi dalam manajemen serta keberpihakan pada solusi yang berkelanjutan adalah kunci utama dalam menyelesaikan konflik ini.

Di sisi lain, penolakan ini bisa menjadi peluang bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan agraria dan pengelolaan lahan yang lebih berpihak pada masyarakat. Inovasi dalam pemanfaatan lahan, pendampingan dalam pertanian berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi lokal berbasis sumber daya bisa menjadi alternatif yang menarik dan mendukung kesejahteraan jangka panjang.

Bagi masyarakat, ini adalah momen untuk memperkuat kapasitas dan kerjasama dalam mengadvokasi aspirasi mereka. Kemampuan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan adalah modal berharga demi memastikan bahwa kontribusi mereka terhadap ekonomi lokal diakui dan dihargai.

Ke depannya, harmonisasi antara pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan serta sosial harus menjadi prioritas. Semoga interaksi antara semua pihak terkait ini dapat menghasilkan solusi holistik yang tidak hanya menjawab persoalan saat ini, tetapi juga memberi harapan untuk Mesuji yang lebih baik.






Mesuji, 11 Oktober 2024

CHEUDIN
Jurnalis Nasional Indonesia

Penolakan Perpanjangan HGU di Kabupaten Mesuji, Lampung: Antara Masa Depan Desa dan Kelestarian Lingkungan

Ratusan warga saat rapat di Balai Desa membahas penolakan perpanjangan HGU PT PAL

HUKUM– Di Kabupaten Mesuji, Lampung, terdapat suara-suara masyarakat yang menggema melawan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT PAL. Delapan desa menyatukan langkah dalam menolak perpanjangan tersebut, memicu diskusi publik yang luas mengenai hak atas tanah, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian masyarakat setempat.

Penolakan ini bukan tanpa alasan. Masyarakat Mesuji mengedepankan pandangan bahwa tanah adalah bagian dari warisan leluhur yang harus dijaga dan dikelola dengan bijak. Selama ini, banyak warga yang merasa termarjinalkan akibat kebijakan yang lebih menguntungkan korporasi, hingga meninggalkan jejak ketimpangan sosial-ekonomi. Ketiadaan akses yang adil dan dampak lingkungan dari operasional perusahaan-perusahaan besar menjadi kekhawatiran utama penduduk setempat.

Belum lagi, landasan ekologis menjadi isu krusial, di mana ekspansi dan eksploitasi tanah dapat mengancam keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan. Kehidupan satwa liar dihantui potensi kerusakan habitat, sungai-sungai menghadapi ancaman pencemaran, dan keseimbangan ekosistem terancam goyah.

Pertanyaannya, haruskah pembangunan ekonomi selalu mengorbankan hak-hak masyarakat dan keberlanjutan lingkungan? Bukankah sudah saatnya mendengar suara-suara akar rumput yang menuntut perubahan demi kesejahteraan bersama?

Langkah lanjutan yang dapat dipertimbangkan adalah dialog terbuka antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat setempat untuk menemukan win-win solution. Dengan demikian, kita dapat mendukung pembangunan yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga inklusif, di mana suara komunitas lokal dihargai dan dijadikan sebagai pusat dalam pengambilan keputusan mengenai masa depan tanah mereka.

Bagi Indonesia, isu ini bukan hanya milik Mesuji, tetapi cermin dari dilema yang dihadapi banyak daerah: menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian. Momen ini merupakan peluang untuk berinovasi dalam kebijakan pertanahan yang lebih adil, bijaksana, dan berkelanjutan.

Masyarakat Mesuji telah memulai babak baru dalam memperjuangkan hak dan tanah mereka. Kini, giliran pemerintah dan perusahaan untuk mendengarkan, bertindak secara adil, serta memikirkan dampak jangka panjang atas keputusan yang diambil. Karena pada akhirnya, tanah adalah warisan dan tanggung jawab bersama kita semua.





Mesuji, 11 Oktober 2024

CHEUDIN
Jurnalis Nasional Indonesia

Anggota DPRD Mesuji Dapil IV Serap Aspirasi Masyarakat: Fokus pada Jalan, Pupuk, dan BPJS

IBU Sulastri Dapil IV [PKB]

MESUJI– Dalam rangka menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat, anggota DPRD Mesuji dari Dapil IV, Sulastri, menegaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan serap aspirasi masyarakat di wilayahnya. Hasil serap aspirasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat banyak menyoroti tiga isu utama: perbaikan jalan, ketersediaan pupuk, dan layanan BPJS. Selasa [10/12/24]

“Penyerapan aspirasi masyarakat telah selesai kami lakukan. Dari hasil diskusi dan dialog langsung, sebagian besar masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, sulitnya mendapatkan pupuk, serta kendala dalam layanan BPJS,” ungkap Sulastri, anggota DPRD Mesuji dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Jalan sebagai Tulang Punggung Ekonomi

Kondisi infrastruktur jalan yang kurang memadai menjadi perhatian utama masyarakat di Dapil IV. Sulastri menjelaskan, masyarakat mengeluhkan akses jalan yang sulit dilalui, terutama jalan-jalan penghubung desa yang menjadi urat nadi kegiatan ekonomi dan mobilitas warga.

“Jalan rusak tidak hanya menyulitkan warga dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga menghambat distribusi hasil pertanian, yang merupakan sumber penghidupan utama di sini. Oleh karena itu, kami akan mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan perbaikan infrastruktur ini,” tegas Sulastri.

Pupuk: Harapan Petani untuk Ketahanan Pangan

Selain infrastruktur, keluhan mengenai pupuk juga menjadi sorotan utama. Banyak petani di wilayah Dapil IV mengeluhkan keterbatasan pasokan pupuk subsidi yang dianggap tidak mencukupi kebutuhan, serta distribusi yang sering kali tidak merata.

“Petani kita adalah pahlawan ketahanan pangan. Jika kebutuhan mereka, seperti pupuk, tidak terpenuhi, ini akan berdampak pada hasil panen dan kesejahteraan mereka. Kami akan terus memperjuangkan alokasi pupuk yang adil dan memastikan distribusinya tepat sasaran,” ujar Sulastri.

BPJS: Harapan untuk Akses Kesehatan yang Lebih Baik

Di sektor kesehatan, layanan BPJS juga menjadi perhatian masyarakat. Sulastri mencatat keluhan terkait pelayanan yang belum optimal, seperti antrian panjang, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya sosialisasi mengenai mekanisme program BPJS.

“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Aspirasi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus mendorong perbaikan layanan kesehatan di wilayah ini. Kami juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak terkait guna meningkatkan sosialisasi dan pelayanan BPJS agar lebih merata,” tambahnya.

Komitmen untuk Perubahan

Sebagai penutup, Sulastri menyampaikan komitmennya untuk membawa aspirasi masyarakat ini ke dalam pembahasan di tingkat DPRD. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan masukan dan kritik agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan mereka.

“Serap aspirasi ini adalah bukti nyata bahwa kami, sebagai wakil rakyat, hadir untuk mendengar dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan perubahan yang diharapkan,” tutup Sulastri.

Dengan adanya langkah konkret dari DPRD Mesuji, diharapkan isu-isu prioritas seperti infrastruktur jalan, pupuk untuk petani, dan layanan kesehatan BPJS dapat segera ditangani, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. [Red]

“Jurnalis Menulis: Sebuah Seruan untuk Berpihak pada Kebenaran”

Sketsa Seorang Jurnalis Sedang Menulis


PENDIDIKAN– Menulis adalah kekuatan, dan setiap orang mampu melakukannya jika mau belajar dan bersungguh-sungguh. Begitulah inti dari sebuah refleksi yang mengajak kita semua, khususnya para jurnalis, untuk memahami bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata-kata, tetapi juga sebuah tindakan nyata yang membawa keberpihakan.

Menulis, menurut pandangan ini, adalah tentang keberanian menuangkan isi pikiran dan bahasa hati. Siapa pun bisa menulis, kecuali mereka yang enggan mencoba. Namun, lebih dari itu, menulis bukan hanya persoalan teknik atau keterampilan. Menulis adalah pilihan. Pilihan untuk berpihak.

Berpihak pada Kebenaran, Melawan Netralitas Palsu

Dalam dunia jurnalistik, sering terdengar seruan tentang pentingnya independensi dan netralitas. Namun, apakah benar seorang jurnalis bisa netral di tengah hiruk-pikuk ketidakadilan dan kesenjangan sosial? Menulis netral tanpa keberpihakan justru sering menjadi tameng untuk menyembunyikan kebenaran. Netralitas palsu itu, dalam banyak kasus, memberikan ruang bagi penindasan untuk terus berkuasa.

Maka, melalui ungkapan ini, ada seruan kuat untuk mendobrak narasi klasik tersebut. Netralitas dan independensi tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari keberanian menyuarakan kebenaran. Menulis, terutama bagi seorang jurnalis, adalah tindakan berpihak—berpihak pada keadilan, demokrasi, perdamaian, dan pembebasan.

Ayo Menulis, Ayo Berpihak!

Seruan ini mengajak para jurnalis dan semua orang yang memiliki kemampuan menulis untuk mengambil sikap. Tulislah apa saja, tetapi pastikan tulisan itu memiliki keberpihakan yang jelas. Berpihak pada kebenaran daripada kebohongan, keadilan daripada ketidakadilan, perdamaian daripada perang, dan pembebasan daripada penindasan.

Menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan misi. Dengan setiap kata yang ditulis, seorang jurnalis tidak hanya merekam kenyataan tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan untuk menghadirkan dunia yang lebih baik. Inilah saatnya meninggalkan tinta-tinta kosong tanpa makna, dan mulai menulis dengan keberanian serta keyakinan.

Ayo, menulis untuk berpihak!




Mesuji, 03 November 2024

Udin Komarudin
Ketua DPD. Jurnalis Nasional Indonesia

Simpang Pematang: Pusat Perekonomian Mesuji yang Terus Berkembang

Analis Grafik Siklus Ekonomi


EKONOMI– Simpang Pematang, sebuah kecamatan yang terdiri dari 13 desa di Kabupaten mesuji, kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat perekonomian Kabupaten Mesuji. Dengan berbagai fasilitas yang mendukung roda ekonomi, kawasan ini telah menjadi magnet bagi masyarakat setempat dan sekitarnya untuk bertransaksi, membuka usaha, hingga mengakses layanan publik.

Kehadiran infrastruktur seperti, wisata ada islamic center, embung albaret, rumah sakit, bank, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan modern seperti Lady Shop, MR.DIY Indonesia, alfamart, indomart dan toko serba Rp35 ribu, menunjukkan kemajuan Simpang Pematang sebagai pusat aktivitas ekonomi. Selain itu, kantor-kantor pemerintahan dan swasta di kawasan ini turut mendorong geliat ekonomi lokal.

Tidak hanya itu, sektor UMKM di Simpang Pematang juga memperlihatkan perkembangan yang menjanjikan. Salah satu ikon yang menjadi kebanggaan adalah keberadaan alun-alun desa yang menjadi sentra aktivitas UMKM, menawarkan makanan dan produk-produk khas lokal dengan kualitas yang bersaing. Hal ini tidak hanya meningkatkan perekonomian desa, tetapi juga membangun citra Simpang Pematang sebagai destinasi yang menjanjikan di Mesuji.

Namun, di tengah pertumbuhan ini, tantangan besar turut hadir. Persaingan semakin ketat, terutama dengan perkembangan zaman yang menuntut adaptasi cepat terhadap teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Para pelaku usaha dituntut untuk lebih inovatif, baik dalam mengelola usaha maupun memanfaatkan teknologi digital agar tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Simpang Pematang memiliki peluang besar untuk menjadi pusat perekonomian yang lebih maju. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini. Dengan langkah yang tepat, Simpang Pematang bukan hanya akan menjadi pusat ekonomi di Mesuji, tetapi juga simbol kemajuan wilayah yang mampu beradaptasi dengan era modern.




Mesuji, 02 Desember 2024

Udin Komarudin
Jurnalis Nasional Indonesia

Inspirasi dari Frida Kahlo – Tertawa sebagai Wujud Ketangguhan

Frida Kahlo, seniman Meksiko

PENDIDIKAN– Dalam sebuah kutipan yang mendalam, Frida Kahlo pernah berkata, “Tertawa membuatku tak terkalahkan; tidak seperti mereka yang selalu menang, tapi seperti orang yang pantang menyerah.” Pernyataan ini, meskipun singkat, mengandung filosofi hidup yang sangat kuat dan relevan di dunia yang terus berubah dan penuh tantangan.

Frida Kahlo, seniman Meksiko yang dikenal dengan karya-karyanya yang emosional dan penuh simbolisme, adalah sosok yang tidak hanya berjuang melawan rasa sakit fisik akibat kecelakaan tragis yang dialaminya, tetapi juga melawan tekanan emosional dan sosial. Namun, dalam perjalanannya, ia tetap memilih tertawa. Baginya, tertawa adalah simbol perlawanan terhadap rasa putus asa dan kekuatan untuk tetap berdiri meski badai menghantam.

Kutipannya menekankan bahwa kekuatan sejati bukanlah tentang selalu menang dalam kehidupan, tetapi tentang keberanian untuk tetap melangkah meski kalah, terluka, atau terpuruk. Dalam tawa, ada harapan, kebebasan, dan kebangkitan—hal-hal yang tidak bisa direnggut bahkan oleh penderitaan yang terdalam.

Pernyataan ini juga mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam obsesi akan kemenangan semata. Di era modern, di mana standar kesuksesan sering kali diukur dari pencapaian materi atau pengakuan sosial, tawa yang sederhana tetapi tulus menjadi pengingat bahwa hidup lebih dari sekadar pencapaian. Tertawa adalah kemenangan dalam bentuk lain—kemenangan melawan kesedihan, ketakutan, dan keputusasaan.

Frida mengajarkan bahwa ketangguhan tidak selalu berarti menjadi yang terkuat atau tidak pernah terjatuh. Ketangguhan sejati adalah keberanian untuk bangkit, untuk tersenyum di tengah luka, dan untuk merangkul hidup meski penuh ketidaksempurnaan. Dengan tertawa, kita menjadi tak terkalahkan dalam makna yang lebih mendalam—tidak sebagai orang yang selalu menang, tetapi sebagai pejuang yang tidak pernah menyerah.

Maka, mari belajar dari Frida. Jangan takut untuk tertawa, bahkan di tengah kesulitan. Karena pada akhirnya, tawa itulah yang membuat kita bertahan, memberi kita kekuatan, dan membantu kita menemukan kembali kebahagiaan yang sederhana. Seperti Frida, mari kita memilih untuk menjadi tak terkalahkan dengan cara yang unik dan indah.



Mesuji-Kamargelap, 30 November 2024


Udin Komarudin
Ketua DPD. Jurnalis Nasional Indonesia

Pelajaran dari Kekalahan Politik: Emosi yang Tak Terkontrol dan Pentingnya Strategi Taktis

Doc. JNI

MESUJI – Kekalahan dalam kontestasi politik sering kali menjadi cerminan dari strategi yang kurang matang, terutama jika didasari oleh pendekatan emosional dan kecenderungan meremehkan lawan. Hal ini disampaikan oleh Udin, yang akrab disapa Cheudin, Ketua Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Kabupaten Mesuji, dalam diskusi terkini yang membahas dinamika politik di daerah tersebut. Jumat [29/11/24]

Cheudin, yang dikenal aktif meliput berbagai fenomena politik lokal, termasuk ramalan bocah indigo yang dengan tepat memprediksi kemenangan kandidat di posisi nomor urut 2, menyoroti pentingnya tim pemenangan yang solid. “Dalam politik, emosi sering menjadi musuh terbesar. Mengandalkan ego dan meremehkan lawan adalah kesalahan fatal yang berujung pada kekalahan. Basis tim yang kuat adalah kunci, karena mereka adalah mesin yang menjalankan strategi,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam politik bukan hanya soal keberuntungan atau popularitas instan, melainkan implementasi strategi taktis yang terukur dan konsisten. Cheudin mengungkapkan, ada 12 rumusan politik taktis yang jika diterapkan secara efektif dapat membawa kemenangan.

12 Rumusan Politik Taktis untuk Kampanye Efektif

1. Segmentasi Pemilih

Kampanye harus mampu mengidentifikasi kelompok pemilih berdasarkan karakteristik demografi, geografis, dan psikografis, sehingga pesan yang disampaikan relevan dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.

2. Pesan Kampanye yang Jelas dan Emosional

Pesan utama harus sederhana, namun emosional, agar mampu membangkitkan rasa percaya, harapan, atau bahkan kemarahan yang terarah terhadap isu tertentu.

3. Penggunaan Media yang Tepat

Kombinasi media tradisional dan digital sangat penting untuk menjangkau pemilih dari berbagai usia dan latar belakang.

4. Mobilisasi Relawan dan Pendukung

Jaringan relawan menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pesan kampanye hingga tingkat akar rumput.

5. Framing dan Branding

Kandidat harus membangun citra sebagai pemimpin kompeten yang dekat dengan rakyat. Simbol dan slogan yang mudah diingat juga berperan besar.

6. Pengelolaan Isu

Menguasai isu-isu utama yang relevan dengan masyarakat adalah kunci untuk memenangkan hati pemilih.

7. Strategi Serangan dan Pertahanan

Serangan terhadap lawan harus tetap menjaga etika, sementara respons cepat terhadap kritik menjadi tameng pertahanan.

8. Pendekatan Data-Driven

Pemanfaatan survei dan analisis data memberikan gambaran akurat tentang preferensi pemilih, sehingga strategi dapat disesuaikan.

9. Kampanye Lapangan

Dialog langsung dengan masyarakat, seperti kunjungan ke daerah-daerah, menciptakan kedekatan emosional antara kandidat dan pemilih.

10. Manajemen Logistik dan Keuangan

Pengelolaan sumber daya secara efisien memastikan semua elemen kampanye berjalan lancar.

12. Penguatan Jaringan Politik

Koalisi dengan partai lain atau kelompok masyarakat dapat memperluas basis dukungan.


Monitoring dan Evaluasi

Strategi harus dievaluasi secara berkala agar tetap efektif di lapangan.

Kemenangan Butuh Perencanaan yang Matang

Cheudin mengingatkan bahwa dunia politik adalah arena kompetisi yang membutuhkan perencanaan matang. “Setiap langkah harus dihitung dengan cermat. Jika 12 rumusan ini dijalankan dengan disiplin, hasilnya hampir selalu positif. Namun, jika hanya mengandalkan emosi dan insting, peluang sukses akan semakin kecil,” tambahnya.

Kekalahan, menurut Cheudin, bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pelajaran untuk menjadi lebih baik. “Politik adalah seni memenangkan hati rakyat. Ketika strategi dan emosi dapat dikendalikan, kemenangan bukanlah sekadar impian, melainkan sesuatu yang dapat diraih,” tutupnya.

Dengan dinamika politik yang semakin kompleks, pesan ini menjadi pengingat bagi para kandidat dan tim sukses untuk lebih bijak dalam bertindak dan merencanakan. Politik tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga martabat dan kepercayaan publik. [Tim007]

Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Dimulai, KPU Mesuji Pantau Langsung

Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

MESUJI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mesuji hari ini, Jumat (29 November 2024), mulai melaksanakan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kecamatan atau Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Proses rekapitulasi serentak ini dimulai pukul 08.30 WIB di tujuh kecamatan di Kabupaten Mesuji.


Ketua KPU Mesuji, Samingan, menyampaikan, “Hari ini merupakan hari pertama rekapitulasi di tingkat kecamatan. Kami melakukan monitoring langsung untuk memastikan proses berjalan lancar dan transparan, salah satunya di PPK Tanjung Raya.”

Berikut adalah jadwal dan lokasi rekapitulasi di masing-masing kecamatan:

1. Mesuji – GOR Kecamatan Mesuji
2. Mesuji Timur – Balai Desa Tanjung Mas Rejo
3. Panca Jaya – Balai Desa Adi Luhur
4. Rawajitu Utara – GOR Kecamatan Rawajitu Utara
5. Simpang Pematang – Balai Desa Simpang Pematang
6. Tanjung Raya – Balai Desa Brabasan
7. Way Serdang – Aula Kecamatan Way Serdang


Proses rekapitulasi ini merupakan tahapan penting dalam Pemilu, yang bertujuan untuk memastikan suara masyarakat dihitung secara akurat dan akuntabel.

KPU Mesuji berharap seluruh proses berjalan lancar dengan pengawasan yang melibatkan semua pihak, termasuk saksi dari masing-masing pasangan calon dan pengawas pemilu.[007]

Bawaslu Pastikan Pengawasan Ketat terhadap Kotak Suara: Penegasan Wahyu Eko, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu

Wahyu Eko, Koordinator Divisi HP2H Bawaslu

Mesuji, 28 November 2024 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam proses pemilu, termasuk pengawasan terhadap kotak suara. Wahyu Eko Prasetyo, Komisioner Bawaslu Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Penyelesaian Sengketa (HP2H), menjelaskan langkah-langkah pengawasan yang telah dilakukan demi memastikan keamanan kotak suara setelah selesai proses pleno di tingkat kecamatan.


“Selesai pleno kecamatan, kotak suara langsung didistribusikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan oleh KPU. Selama proses distribusi ini, kotak suara dijaga oleh pihak kepolisian dan diawasi secara bergantian oleh Bawaslu, khususnya Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan). Ada jalur tertentu, termasuk jalur air yang menggunakan perahu, yang mendapatkan pengawalan khusus,” ungkap Wahyu Eko.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat, termasuk tim sukses (TS), memiliki hak untuk melaporkan jika terjadi pelanggaran terkait kotak suara. “Jika ada pelanggaran, siapa saja yang memiliki hak pilih, termasuk tim sukses, dapat melaporkannya. Selama pengawasan kotak suara, Bawaslu terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak penyelenggara lainnya untuk menjaga integritas suara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa manipulasi atau penggantian isi kotak suara adalah pelanggaran serius yang akan ditindak tegas. “Jika ada laporan terkait manipulasi atau penggantian isi kotak suara, Bawaslu akan melakukan verifikasi. Pelanggaran semacam itu sudah masuk ranah pidana pemilu dan pelakunya akan dikenai sanksi, baik pidana, administrasi, kode etik, maupun sanksi lain yang sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.

Dalam upaya menjaga integritas logistik pemilu, Bawaslu juga membentuk tim khusus yang bertugas memantau langsung kotak suara dan seluruh logistik pemilu lainnya. Tim ini bekerja secara kolektif kolegial, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

Wahyu juga mengajak semua pihak untuk mendukung proses pemilu yang jujur dan transparan. “Pengawasan yang ketat dan sinergi dengan semua pihak adalah kunci untuk menjaga suara rakyat tetap aman. Mari kita kawal bersama proses demokrasi ini,” tutupnya.

Dengan pengawasan yang profesional dan kerja sama berbagai pihak, Bawaslu memastikan bahwa proses pemilu berjalan lancar tanpa adanya celah untuk pelanggaran. Keamanan kotak suara menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu 2024. [007]

Kepala Desa Fajar Baru, Abas, Ucapkan Selamat kepada Elfianah dan Yugi Wicaksono atas Kemenangan Pilkada Mesuji 2024

Abas : Kepala Desa Fajar Baru

Mesuji, 28 November 2024 – Kepala Desa Fajar Baru, Abas, menyampaikan ucapan selamat kepada pasangan nomor urut 2, Elfianah dan Yugi Wicaksono, atas terpilihnya mereka sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mesuji 2024. Dalam pernyataannya, Abas menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada pemimpin baru yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi Kabupaten Mesuji.


“Selamat kepada Ibu Elfianah dan Mas Yugi Wicaksono atas keberhasilan memenangkan Pilkada Mesuji 2024. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras, doa, dan kepercayaan masyarakat Mesuji. Kami yakin kepemimpinan yang baru ini akan membawa Kabupaten Mesuji ke arah yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” ujar Abas.

Abas juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Fajar Baru, untuk mendukung penuh kepemimpinan Elfianah dan Yugi Wicaksono. Menurutnya, Pilkada telah usai dan saatnya bersatu padu untuk membangun Kabupaten Mesuji tanpa ada sekat atau perbedaan.

“Pilkada telah selesai, sekarang saatnya kita melangkah bersama. Mari kita dukung program-program pemerintah yang akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Mesuji,” tambah Abas.

Elfianah dan Yugi Wicaksono yang diusung oleh koalisi partai besar telah berhasil menarik hati masyarakat dengan visi dan misi mereka yang fokus pada pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan. Kemenangan pasangan nomor urut 2 ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Mesuji.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, Abas berharap Kabupaten Mesuji dapat terus berkembang di bawah kepemimpinan baru. “Kami siap bersinergi untuk membangun Mesuji menjadi lebih baik. Selamat bekerja untuk Ibu Elfianah dan Mas Yugi Wicaksono,” tutup Abas.

Kemenangan Elfianah dan Yugi Wicaksono disambut hangat oleh masyarakat yang memiliki harapan besar terhadap perubahan di Mesuji. Semoga kepemimpinan yang baru ini menjadi awal dari lembaran baru yang lebih cerah untuk seluruh warga Kabupaten Mesuji. [007]